IDSD Kabupaten Bandung di Bawah Kepemimpinan Kang DS Terbaik Nasional

Kang DS Raih Penghargaan Tingkat Nasional BRIN

Saufat Endrawan

Kang DS Raih Penghargaan dari BRIN. Kabupaten Bandung Terbaik Nasional Terhadap Penilaian IDSD Melampoi Skor Nasional

Reporter: Saufat Endrawan

OPININEWS.COM, Jakarta -- Bupati Bandung, Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip.,M.Si menerima penghargaan bergengsi tingkat nasional. Sertifikat penghargaan  tersebut dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). 

Penghargaan diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Aria kepada Bupati Bandung, Dadang Supriatna yang akrab di sapa Kang DS di ajang Rilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2025, di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo Ged. B.J Habibie Jakarta, Selasa {24/2.2026) pagi.

Kang DS ini dinilai telah berkomitmen maksiimal terhadap inovasi daerah sebagai upaya peningkatan daya saing daerah sebagaimana tercantum dalam visi misi Bandung Lebih Bedas dan dituangkan ke dalam 57 Rencana Aksi.

Hasilnya, IDSD Kabupaten Bandung 2025 mendapatkan skor 3,93 poin atau melampaui skor nasional yang sebesar 3,50 poin, dinilai dari 12 pilar Konsep IDSD.

Kang DS dinilai BRIN telah berkomitmen dan berhasil dalam memperkuat daya saing dan inovasi daerah sehingga berhak ,emerima dan mennuandang penghargaan ini.

Bahkan skor ini naik dari skor tahun sebelumnya tahun 2024 yang sebesar 3,86 poin.

Kang DS  usai meraih penghargaan tingkat nasional ini, kepada www.opininews.com, di Jakarta, menyatakan, keberhasilan Kabupaten Bandung meraih skor IDSD 3,93 menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Bandung dalam meningkatkan daya saing daerah sehingga menjadi daerah yang maju.

"Peringkat IDSD Kabupaten Bandung ini menjadi landasan data yang kuat untuk perumusan kebijakan pembangunan yang lebih terarah dan berbasis data. Khususnya dalam mengoptimalkan 12 pilar IDSD yang masih memerlukan perhatian, demi terwujudnya misi Kabupaten Bandung yang Lebih Bedas, maju berdaya saing dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas,” kata Kang DSs.

Wamendagri Bima Arya dalam sambutanya mengatakan, pemerintah daerah diharapkan dapat membangun ekosistem inovasi melalui risen, regulasi, kelembagaan, aktor inovasi dan sektor pendanaan.

"Dengan demikian inovasi yang dihasilkan fokus pada solusi. Inovasi yang menyelesaikan masalah atau memenuhi kebutuhan nyata," papar Wamendagri.

Aria menambahkan, inovasi yang dihasilkan juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah di mana ada manfaat jelas bagi para pengguna, seperti pemanfaatan yang lebih mudah, aman, efisien, atau nyaman.

"Inovasi juga harus terintegrasi secara mendasar. Bukan tempelan, tapi menyatu dalam sistem/layanan dan jadi cara kerja baru," imbuh Bima Arya.

Lebih dari itu inovasi yang dihasilkan juga ada bukti manfaat di mana dampaknya bisa dibuktikan dengan data/contoh konkret, dan bukan klaim semata.

( Saufat Endrawan )

Editor: Saufat Endrawan