Isak Tangis Keluarga Korban Banjir Saat KDS Takziah

Harapan KDS Kepada Presiden RI Prabowo dan Menteri Keuangan Tanggulangi Banjir di Kab. Bandung

Saufat Endrawan

KDS dan Jajaran Takziah ke Rumah Duka Korban Banjir, Kamis (16/4/2026) Duka Lprban

Reporter: Saufat Endrawan

OPININEWS.COM, Banjaran – Isak tangis dari keluarga korban banjir yang anaknya dan suaminya meninggal dunia terbawa arus air Sungai Cibanjaran, Desa Banjaran Kulon, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Kamis (16/4/2026).

Isak tangis dari keluarga Almarhum dan Almrhumah pecah saat Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna, didampingi Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, Kadis Sosial, Kepala Diskominfo H. Teguh Purwayadi, Ketua Karang Taruna kabupaten Bandung, Ruli Yuliana dan Kabid BPBD, bertakziah ke Rumah Duka 2 Korban Terseret Arus Sungai di Banjaran.

Korban yang terseret arus sungai saat hujan deras, di Kampung Girang Deukeut RT 01/RW 09 Desa Banjaran Kulon Kecamatan Banjaran, Kamis (16/4/2026) adalah siswi dan satpam SMAN 1 Banjaran.

Kedua korban antara lain seorang siswi bernama Ginasyah Lintang Sari (18), Kelas XII SMAN 1 Banjaran dan Agus Sutisna (52), seorang petugas keamanan SMAN 1 Banjaran.

Pada saat kejadian korban Gina yang sedang melihat kondisi banjir tiba-tiba terperosok ke Sungai Cibanjaran yang dipicu akibat robohnya tembok penahan tanah (TPT) atau benteng di bantaran sungai tersebut.

Melihat kejadian itu, petugas keamanan sekolah Agus berupaya menolong korban Gina. Namun air bah yang meluncur deras di Sungai Cibanjaran menyeret kedua korban hingga terbawa arus. Saat keduanya ditemukan, sudah dalam kondisi meninggal dunia.

"Saya bertakziyah ke rumah duka almarhumah Neng Gina dan Pak Agus yang terkena musibah akibat ambrolnya tanggul atau benteng sungai," kata Bupati yang dikenal dengan sebutan Kang Dadang Supriatna (KDS) kepada www.opininews.com, kemarin.

"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung turut prihatin dan berduka cita atas wafatnya Neng Gina juga almarhum Pak Agus yang berupaya menolong Neng Gina saat terseret arus sungai," ucap KDS.

KDS juga mengakui setelah mengecek ke lapangan, memang ada beberapa titik lokasi yang harus segera diperbaiki seperti TPT yang ambrol dan jembatan sungai yang menghubungkan Desa Ciapus dan Desa Banjaran Kota harus segera diperbaiki.

"Saya minta Pak Camat dengan Pak Kades dengan Dinas PUTR untuk segera melakukan assesment dan kalau bisa ditangani secara pentahelix agar bisa lebih cepat dalam pengerjaannya," ujar KDS.

Ia mengimbau pada saat cuaca ekstrem atau hujan deras warga sebaiknya mencari lokasi yang aman aar jangan sampai kejadian seperti yang dialami korban Gina terulang kembali.

"Memang yang dialami almarhumah merupakan sebuah takdir dan insya Alloh kita meyakini almarhumah husnul khotimah. Begitu juga kepada Pak Ersih selaku ayah kandung korban beserta keluarga diberikan kesabaran dan ketawakalan menghadapi musibah dan ujian ini," ucap KDS.

Ia menandaskan, dalam kejadian seperti ini menjadikan suatu gambaran bahwa dalam situasi kondisi cuaca yang tidak jelas ini kita harus lebih berhati-hati.

Diungkap KD kejadian naas yang dialami Gina dan Agus bermula ketika tembok penahan di sekitar sungai ambruk dan terseret arus yang sangat deras. Akibatnya, Gina yang sedang melintas di lokasi tersebut terperosok dan terseret arus sungai.

Melihat korban Gina terseret arus sungai, Satpam Agus berupaya menolong korban dengan menceburkan diri ke sungai. Dalam insiden tersebut, semua ada enam orang yang terseret arus sungai.

Beruntung, lima orang di antaranya berhasil diselamatkan oleh warga yang langsung mencebur ke sungai meski sempat hanyut.

Namun, nyawa Gina tidak dapat tertolong saat berhasil dievakuasi. Bupati berikan bantuan keuangan dan beras untuk para ahli waris dan berjanji akan perbaiki jalan, tanggul dan jembatan yang rusak akibat banjir tersebut.

KDS juga berharap kepada Presiden RI Pak Prabowo Subinto untuk kembali aktifkan Satgas Citarum untuk urus dan keruk sendimen karena Sungai Citarum dan anaknya penyebab banjir di Kabupaten Bandung. Hampir 12 hingga 22 kecamatan di Kabupaten Bandung rawan banjir, longsor dan angin puting beliung. “Untuk tangani bencana Pemkab Bandung sudah kehabisan anggaran, apalagi pasc berkuranya transfer pemerintah pusat ke Kabupaten Bandung va[qi jingga Rp. 1 Triliun berdampak kepada keuangan Pemkab Bandung.

“Untuk menstabilkan keuangan Kabupaten Bandunh, KDS berharap kepada Ke wntrian Keuangan RI untuk segera mencairkan Dana Bagi Hasil (DBH) dari keuntungan PT. Star Energy Gheothermal Pangalengan dan PT GEO Dipa untuk segera di bayarkan. Karena selama kedua perusahaan tersebut telah puluhan tahun menambang gaa bumi di wilayah Kabupaten Bandung.

( Saufat Endrawan )

Editor: Saufat Endrawan