Amerika Serikat Manfaatkan Produk Dalam Negeri Menghadapi Krisis Ekonomi
Presiden Instruksikan Kementerian Tindak Pejabat TNI/ Polri hingga Pemerintah Beli Produk Import
Eko TW
Presiden Joko Widodo Perintahkan Menteri Tindak Jika Ada Pejabat Beli Produk Impor dari Dana APBN/APBD
Reporter: Eko TW
Opininews.com, Jakarta -- Presiden Joko Widodo mendesak kepada Kementrian untuk menindak tegas kepada pejabat militer, kepolisian, BUMN serta pemerintah daerah maupun pusat yang melakukan tender pengadaan barang-barang kebutuhan membeli produk import.
"Cegah membeli barang impor jika di e-katalog ada gambar produk dalam negeri. Boleh membeli produk impor, jika barang yang dibeli peralatan yang tinggi teknologi, canggih dan berteknologi tingginya seperti pesawat tempur dan lainnya. Jika untuk pengadaan seragam, atau peluru dan senjata bisa gunakan produk dalam negeri," tegas Joko Widodo kepada www.opininewa.com, di Jakarta, kemarin.
Joko Widodo mengaskan, kita harus mulai menggunakan produk dalam negeri. "Toh Amerika Serikat saja negara super maju, sudah mulai menerapkan kepada warganya untuk membeli dan menggunakan produk dalam negeri. Karena kondisi perekonomian semakin tak menentu salahsatu upaya untuk menekan hal yang tidak diharapkan yah mulai menggunakan produk dalam negeri," tegas Presiden.
Jowo Widodo mengingatkan jangan sampai dana APBN/ APBD dari pajak yang dikumpulkan dari masyarakat, sudah terkumpul dibelian produk impor. Ini sangat keterlaluan. Saya berharap Kementrian menindak tegas jika ini terjadi," tegas Joko Widodo.
( Eko TW )
Editor: Saufat Endrawan
Baca Juga
- Erwan Kusumah dampingi Kang DS Serahkan Penghargaan Motor Listrik dan Kulkas Dua Pintu Kepada Kontributor Pajak Terbesar di Kab. Bandung
- Kombes Pol Aldi Subartono: Polresta Bandung Konsisten Bangun Rutilahu Bagi Warga yang Membutuhkan
- Inilah Doa Korban Longsor Kepada Kang Cucun dan Humaira Atas Pemberian Rumah dan Tanah
- Kang DS Raih Penghargaan Tingkat Nasional BRIN
- Jumhur Ucapkan Selamat kepada Uben Yunara dan Muhidin dan Dukung Program Bedas